Kenali 4 Tipe Pembicara

Jumat, 22/10/2010 | 18:45 WIB

KOMPAS.com - Kepribadian seseorang dapat dikenali dari cara mereka berbicara. Meskipun demikian, banyak orang belum menyadari termasuk kategori manakah orang yang mereka ajak bicara. Padahal bila tidak mengetahuinya, komunikasi yang terjalin tidak dapat berlangsung dengan baik.


"Kenali cara berkomunikasi lawan bicara Anda. Dengan mengenali caranya berbicara, Anda akan tahu orang seperti apakah lawan bicara Anda tersebut," kata Erwin Parengkuan, saat peluncuran dan bedah buku Clik! yang ditulisnya, di Apartemen Verde, Kuningan, Jakarta, Kamis (21/10/2010) lalu.

Menurut pria yang mengajar public speaking di TALK-inc ini, pada dasarnya ada empat macam tipe bicara:

1. Si Gesit
Cara berbicara: Tipe gesit biasanya berbicara dengan menggebu-gebu dan penuh semangat. Dalam suatu kesempatan, biasanya dia banyak berbicara. Tipe ini biasanya sangat disukai oleh pimpinan, meskipun terkadang ide yang dilontarkan tidak relevan.

Orang dengan tipe ini biasanya suka menjadi pusat perhatian. Oleh karena itu, dia akan selalu tampil untuk mengemukakan pendapat. Tipe gesit biasanya suka mendominasi pembicaraan, tidak sabar, selalu ingin pendapatnya didengarkan, lugas, dan terbuka. Orang bertipe ini juga penuh dengan ide-ide baru karena dinamis.

Kemampuan menyimak: Orang tipe gesit kurang mampu dalam menyimak. Biasanya, dia hanya mengambil inti dari informasi yang diperolehnya. Meskipun demikian, dia terbuka dengan gagasan orang.

Tipe ini biasanya tidak suka jika hanya menjadi pendengar. Apabila ada orang yang berbicara lebih banyak, dia akanmerasa terintimidasi. Sisi negatifnya adalah dia suka mendebat pendapat orang lain.

Metode berpikir: Dia adalah orang yang berpikiran praktis. Prinsipnya adalah kerjakan saja dahulu, nanti baru dipikirkan.

Orang dengan tipe gesit biasanya senang mendominasi pembicaraan.


2. Si Rinci

Cara berbicara: Orang ini akan cenderung tertutup. Tetapi kalau ditanya tentang suatu masalah, dia akan menjelaskan dengan panjang-lebar, dilengkapi dengan konsep-konsep dan gagasan-gagasan yang cemerlang. Hal ini disebabkan karena pengetahuannya yang lengkap. Meskipun demikian, seringkali orang merasa tidak nyaman jika harus berbicara dengan dia karena sifatnya yang suka menggurui.

Cara menyimak: Dia adalah penyimak yang hebat, karena mampu menyimak informasi dengan cepat dan sempurna. Dia memiliki kebiasaan mempelajari informasi berdasarkan apa alasan di balik informasi tersebut. Oleh karena itu, tipe ini sangat sulit dibohongi.

Metode berpikir: Baginya, segala sesuatu harus direncanakan dan dilaksanakan setahap demi setahap. Metode berpikirnya komprehensif sehingga membuat intuisinya terasah dengan baik. Meskipun demikian, seringkali dia menjengkelkan, karena lambat dalam membuat keputusan. Selain itu juga sulit dalam bertindak karena keraguannya.

3. Si Kuat
Cara berbicara: Karena dia menguasai bidangnya, cara berbicara orang tipe ini biasanya tegas dan intonasinya kuat. Dia berbicara dengan penuh percaya diri dan berdasar pada pemikiran yang kuat. Ketika memimpin, dia termasuk orang yang tegas dan tidak mau menoleransi kesalahan.

Meskipun demikian, dia cenderung oportunis. Dia mau berkomunikasi hanya jika ada kepentingan pribadi. Dia juga seringkali sulit untuk diajak bekerja sama karena cenderung menolak pendapat orang lain.

Cara menyimak: Orang pada tipe ini kurang pandai dalam menyimak. Dia hanya akan menyimak apabila ada sesuatu yang menguntungkan dirinya. Oleh karena itu, dia bukan orang yang mudah untuk dipengaruhi.

Metode berpikir: Tipe ini biasanya memiliki pemikiran sendiri yang kadang unik dan berbeda dari kebanyakan orang. Dia juga terkenal dengan idenya yang radikal dan sering keluar pakem.

4. Si Damai
Cara berbicara
: Dia cenderung tidak terlalu suka bicara. Bahkan tidak jarang mengalami kesulitan ketika harus menyampaikan pendapat, ide, atau pemikiran pribadinya. Meskipun demikian, dia sangat menyukai diskusi karena dapat menambah pengetahuannya sehingga meningkatkan kepercayaan dirinya.

Cara menyimak: Dia adalah pendengar yang baik. Namun sayangnya, terkadang dia menerima informasi begitu saja tanpa menyaringnya terlebih dahulu sehingga dia mudah terpengaruh dan percaya pada orang lain.

Metode berpikir: Orang ini selalu berpikir untuk kepentingan orang lain. Dia akan bahagia apabila orang lain bahagia. Karena kepribadiannya yang sensitif, apa yang dikatakan oleh orang lain dapat mempengaruhi suasana hatinya. Dia adalah orang yang berhati-hati dalam mengambil keputusan dan sulit dimotivasi untuk keluar dari keadaannya yang sekarang.


M05-10

Editor: Dini

Komentar

Postingan Populer